Wisata Kesenian Jogjakarta

Pantai, kuliner, kesenian dan budaya tidak akan bisa lepas dari Yogyakarta. Salah satu kota di Indonesia yang adat istiadat dan kebudayaan-nya masih melekat kental di nadi-nadi kotanya. Kalau diingat-ingat, sudah lama sekali aku tak mengunjungi kota tersebut. Seperti festival kesenian di Jakarta, Terakhir kali aku menginjakkan kaki di kota tersebut, kalau tidak salah sekitar delapan tahun yang lalu. Saat itu aku bersama teman-teman di Komunitas Seni Sawo Kecik mengadakan pagelaran teater di Sanggar Teater Garasi. Sebuah pengalaman yang menakjubkan!

Berbincang tentang kesenian di kota Yogyakarta memang tidak akan ada habisnya. Selain kesenian tradisional, kesenian kontemporer pun semakin banyak bermunculan. Buatku, seni di Yogya adalah daya tarik tersendiri yang selalu membuatku rindu untuk menghabiskan lebih banyak waktu di kota itu.

1. Pertunjukan Tari Klasik dan Musik Tradisional di Kraton Yogyakarta

Jika biasanya kita mengunjungi Kraton Yogyakarta untuk sekedar berkeliling-keliling menikmati eksotisnya tempat tinggal raja ini, sekali-kali kita sempatkan untuk hadir pada jam-jam khusus dimana kita bisa menikmati berbagai pertunjukan seni tari klasik dan musik tradisional.

Sebagai pusat pemerintahan dan kepemimpinan di Yogyakarta, kraton seperti simbol keramat bagi kota ini, termasuk juga di bidang seni dan budayanya

2. Pertunjukan Jazz Mben Senen

Bagi yang lebih menyukai kesenian modern atau kontemporer, Yogyakarta pun menawarkan banyak pilihan, salah satunya pertunjukan Jazz Mben Senen. Pertunjukan yang diselenggarakan oleh Komunitas Musik Jazz Yogyakarta ini dimaksudkan untuk memasyarakatkan musik Jazz ke kalangan luas. Jika sebelumnya musik Jazz lebih banyak dinikmati oleh kalangan menengah ke atas, pergelaran jazz setiap hari Senin ini ingin menyampaikan pesan bahwa jazz itu milik semua kalangan.

Jazz Mben Senen diadakan di halaman Bentara Budaya – Kota Baru. Pergelaran ini menghadirkan sebuah pertunjukkan musik yang elegan namun merakyat. Untuk dapat menikmati jazz di Jazz Mben Senen kita tidak dikenai biaya selain parkir kendaraan, namun disediakan kotak sumbangan bagi para penonton jika ingin menyumbang seikhlasnya. Jazz Mben Senen dimulai dari pukul 20.00 hingga tengah malam.

3. Sendratari Ramayana

Siapa yang tak kenal dengan kisah Rama dan Shinta yang melegenda? Sebuah kisah cinta antara Rama dan Shinta yang diganggu oleh kehadiran Rahwana yang juga diabadikan pada pahatan  di relief Candi Prambanan ini bisa kita nikmati lewat pertunjukan apik bergelar Sendratari Ramayana.

Sendratari kisah Rama Shinta ini adalah seni pertunjukan yang cantik, mengagumkan dan sulit tertandingi. Pertunjukan ini mampu menyatukan ragam kesenian Jawa berupa tari, drama dan musik dalam satu panggung dan satu momentum untuk menyuguhkan kisah Ramayana, epos legendaris karya Walmiki yang ditulis dalam bahasa Sanskerta.

Di Yogyakarta, terdapat dua tempat untuk dapat menikmati Sendratari Ramayana. Pertama, di Purawisata Yogyakarta yang terletak di Jalan Brigjen Katamso, sebelah timur Kraton Yogyakarta. Tempat ini telah memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) pada tahun 2002 karena mampu mementaskan sendratari setiap hari tanpa pernah absen selama 25 tahun. Sendratari Ramayana bisa kita nikmati di Purawisata setiap malam, pada pukul 20.00 – 22.00.

Tempat menonton Sendratari Ramayana lainnya adalah di panggung terbuka Ramayana Candi Prambanan. Namun pagelaran ini hanya diselenggarakan di bulan-bulan tertentu, yaitu bulan Mei – Oktober, pada pukul 19.30 – 21.00.

4. Museum Anak Kolong Tangga

Namanya cukup unik ya. Ternyata disebut demikian karena museum yang ditujukan untuk anak ini memang letaknya ada di kolong tangga concert hall Taman Budaya Yogyakarta. Selain namanya, yang unik lainnya dari museum ini adalah koleksi mainan tradisional yang dimilikinya.

Bagi yang berkunjung ke museum ini dan membawa kurang lebih 15 orang dalam rombongannya, pengelola sangat welcome untuk memberikan workshop mengenai permainan-permainan tradisional. Setiap akhir pekan ada banyak workshop dan kegiatan menarik untuk anak, misalnya menari, story telling, belajar membuat kerajinan tangan dan masih banyak lagi. Kita juga bisa memborong mainan-mainan tradisional dengan harga yang sangat terjangkau.

Museum yang terletak di kompleks TBY, Jl Sriwedari No 2, tak jauh dari Kawasan Titik Nol Yogyakarta. Hari operasionalnya adalah hari Selasa – Jumat dengan jam operasional 09.00 – 13.00 WIB dan Sabtu – Minggu dengan jam operasional 09.00 – 16.00 WIB. Pengunjung berusia di bawah 15 tahun tidak dikenakan biaya tiket masuk.

5. Museum Affandi

Affandi, salah satu maestro di bidang seni lukis ini memiliki banyak karya yang fenomenal. Maka tak heran, jika kemudian didirikanlah Museum Affandi sebagai penghargaan atas karya-karyanya. Museum yang memiliki desain interior unik dan menarik ini berlokasi di Jl. Laksda Adisucipto 167 Yogyakarta 55281 Indonesia. Bagi penggemar lukisan, wajib banget mampir ke tempat ini saat singgah ke Yogyakarta. Museum ini buka pada jam 09.00 – 16.00. Siapkan Rp. 20.000,- untuk bisa menikmati koleksi lukisan yang ada di sana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *